Lompat ke isi utama

Berita

Di Non Tahapan Pemilu Bawaslu Tapanuli Utara dan DPC PDI P Perkuat Konsolidasi Demokrasi

Konsolidasi demokrasi bawaslu taput dengan pdi p

Taput-Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapanuli Utara melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi dalam Memperkuat Penyelenggaraan Pemilihan Umum di Non Tahapan bersama jajaran pengurus DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kab. Tapanuli Utara, Senin (9/3/2026), di Sekretariat DPC PDIP Kab. Tapanuli Utara. Pertemuan ini berlangsung hangat dan dialogis, sehingga menjadi ruang komunikasi strategis antara penyelenggara pemilu dan partai politik guna memperkuat pengawasan partisipatif serta hubungan kelembagaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Kab. Tapanuli Utara  Kopman Pasaribu, Anggota Bawaslu Kab. Tapanuli Utara  Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Penyelesaian Sengketa Parlin Tambunan beserta Staf Bawaslu Kabupaten Tapanuli Utara,  serta  Ketua DPC PDIP Kabupaten Tapanuli Utara Jimmy Tambunan, Sekretaris DPC Sabungan Parapat, Bendahara DPC Tiurma Silitonga beserta pengurus DPC.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tapanui Utara Kopman Pasaribu menyampaikan apresiasi atas sambutan PDIP Kab. Tapanuli Utara serta menegaskan pentingnya sinergi antara penyelenggara pemilu dan partai politik guna mewujudkan pemilu yang adil, transparan, dan demokratis.

Ketua Bawaslu Kab. Tapanuli Utara, Kopman Pasaribu dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari strategi pencegahan Bawaslu dengan membangun komunikasi dan koordinasi yang baik bersama partai politik. Konsolidasi ini bagian dari strategi pencegahan, sehingga Bawaslu berupaya membangun hubungan kelembagaan yang kuat dengan membangun koordinasi bersama Partai politik yang mana sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam pemilu. 

“Kami berharap partai politik juga berkontribusi terhadap pengawasan partisipatif, kita ketahui bersama peserta pemilu itu bukan Caleg tetapi partai politik, saya sebutkan salah satu contoh masalah yang terjadi di Pemilu yang sudah selesai terlaksana, adanya kita temukan Alat Peraga Kampanye (APK) salah satu caleg yang dipasang tidak sesuai dengan titik dan jumlah yang sudah ditentukan oleh peraturan, kita tanyakan ke partai politik yang bersangkutan tetapi partai politik tersebut tidak mengetahui hal tersebut. Untuk itu kami berharap partai politik juga ikut serta melakukan pengawasan hal tersebut”.

Dalam kesempatan itu Kopman Pasaribu juga menyampaikan bahwa pada Pemilu dan Pemilihan 2024 lalu, masih ditemukan pelanggaran terkait netralitas aparatur sipil negara (ASN), Saya berharap agar partai politik dapat turut berpartisipasi dalam meminimalisir terjadinya potensi pelanggaran serupa pada proses pemilu dan pemilihan di masa mendatang.

Anggota Bawaslu Tapanuli Utara Parlin Tambunan menambahkan bahwa komunikasi aktif antara penyelenggara dan partai politik menjadi langkah penting dalam mengevaluasi pelaksanaan Pemilu 2024 sekaligus mempersiapkan pemilu mendatang. Ia juga menekankan pentingnya pembaruan data kepengurusan partai melalui aplikasi SIPOL guna memastikan keterbukaan, akurasi, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum.

Sementara itu, Parlin Tambunan menjelaskan bahwa kegiatan konsolidasi demokrasi merupakan tindak lanjut arahan Bawaslu RI yang dilaksanakan secara nasional. Menurutnya, penguatan koordinasi antara Bawaslu dan partai politik penting untuk menjaga integritas pemilu melalui pengawasan kepatuhan aturan, edukasi politik, serta pencegahan pelanggaran seperti kampanye hitam dan praktik politik uang.

Ketua  DPC PDIP Kab. Tapanuli Utara Jimmy Tambunan menyambut baik kunjungan Bawaslu Tapanuli Utara dan menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam merawat demokrasi di Tapanuli Utara. Ia menyampaikan bahwa PDIP tetap berpedoman pada arahan pimpinan pusat untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat di masa non-tahapan pemilu serta memastikan kantor partai terbuka bagi aspirasi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kinerja Bawaslu dalam pengawasan Pemilu 2024, khususnya pengembangan sistem data pengawasan.  Dan kami sebagai partai politik yang tentu menjunjung tinggi kedisiplinan, bahwa kami akan disiplin mengikuti segala aturan dan peraturan baik di hari yang lalu maupun ke depannya. Terkait dengan peraturan-peraturan, regulasi yang ada, terkait dengan pengawasan, dan lain sebagainya, dan nanti kelak ketika diadakan verifikasi ke partai politik,kami akan mengikutinya dengan sebaik-baiknya” Tutup Jimmy Tambunan.

Kegiatan konsolidasi ini menjadi tolok ukur bersama antara penyelenggara pemilu dan partai politik dalam memperkuat kualitas demokrasi, sekaligus menjadikan evaluasi Pemilu 2024 sebagai pijakan untuk meminimalkan potensi pelanggaran pada pemilu mendatang.